narafakta.id-Pontianak-Pengurus Cabang PMII Pontianak Raya menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “Kalbar Cemas” di depan Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Senin (29/6). Aksi tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Massa aksi membawa lima tuntutan utama, yakni percepatan pembangunan infrastruktur, pemerataan pendidikan, transparansi pendapatan dan alokasi anggaran daerah, penindakan terhadap praktik korupsi tambang ilegal, serta mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan mafia dan pungutan liar (pungli) di sektor bahan bakar minyak (BBM).
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Faisal, menegaskan bahwa demonstrasi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi Kalimantan Barat yang dinilai masih menghadapi berbagai persoalan mendasar.
“Kami hadir bukan untuk menciptakan kegaduhan, tetapi untuk mengingatkan pemerintah agar lebih serius memperjuangkan kepentingan masyarakat. Kalbar memiliki potensi besar, namun hingga kini masih banyak persoalan yang belum diselesaikan secara maksimal,” tegas Faisal.
Ia menambahkan, masyarakat berhak memperoleh akses infrastruktur yang layak, pendidikan yang merata, serta tata kelola anggaran yang transparan dan akuntabel. Selain itu, pemerintah juga diminta mengambil langkah tegas terhadap praktik tambang ilegal dan dugaan mafia serta pungli BBM yang dinilai merugikan masyarakat.
Dalam aksi tersebut, massa berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dapat membuka ruang dialog dan memberikan komitmen nyata terhadap seluruh tuntutan yang disampaikan.
PMII Pontianak Raya menegaskan akan terus mengawal perkembangan penyelesaian berbagai persoalan tersebut sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa.
Aksi berlangsung dengan membawa semangat “Satu Barisan, Satu Perjuangan untuk Kalbar yang Lebih Berkeadilan”, sebagai bentuk komitmen mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
Kontributor
editor : tim redaksiĀ






