Korwil BEM Seka, Meksi kerol Kecam insiden Kekerasan di Munas BEM SI, Tantang Pelaku Adu Tinju di Ring

0
Meksi Kerol selaku Koordinator Wilayah BEM Seka Kalimantan Barat mengecam dugaan aksi kekerasan dalam Munas BEM SI Kerakyatan di Jambi.

Pontianak-BEM Seka Kalimantan Barat menyayangkan insiden dugaan aksi pemukulan terhadap sejumlah perwakilan kampus dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) BEM SI Kerakyatan yang berlangsung di Jambi pada Jumat, 31 Juli 2026.

 

Koordinator Wilayah BEM Seka Kalbar, Meksi Kerol, mengecam keras insiden tersebut. Menurutnya, segala bentuk kekerasan dan intimidasi tidak memiliki tempat dalam ruang gerakan mahasiswa yang selama ini menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, intelektualitas, dan kebebasan berpendapat.

 

“Intimidasi dan kekerasan merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Mahasiswa sebagai kaum akademisi seharusnya menjadi teladan dalam menyelesaikan perbedaan melalui dialog, bukan dengan tindakan represif. Ruang gerakan mahasiswa harus tetap menjadi ruang yang aman, kritis, dan bermartabat,” tegas Meksi saat diwawancarai pada Minggu (2/8/2026).

 

Ia menilai penggunaan kekerasan untuk membungkam pandangan yang berbeda hanya akan mencederai semangat persatuan gerakan mahasiswa di Indonesia. Karena itu, ia mendesak agar insiden tersebut diusut secara terbuka serta menjadi bahan evaluasi bagi seluruh elemen BEM SI agar kejadian serupa tidak terulang.

 

Lebih lanjut, Meksi juga melontarkan tantangan kepada pelaku yang menurutnya sok jagoan, apabila terdapat persoalan pribadi yang ingin diselesaikan, hal tersebut sebaiknya dilakukan secara terbuka, sportif, dan tanpa melibatkan intimidasi terhadap peserta forum.

 

“Kalau memang ada keberanian, silakan kita adu tinju di ring, Itu lebih dewasa dan fair daripada sok jagoan menggunakan intimidasi kekuasaan. Saya menunggu dan siap memfasilitasi di Kalbar apabila memang diperlukan,” ujar Meksi.

 

Kedepannya BEM Seka Kalbar berharap kejadian ini menjadi catatan dalam pelaksanaan Munas dan agenda organisasi manapun agar senantiasa menekankan etika organistoris dalam penyelesaian masalah bukan melakukan intimidasi apalagi kekerasan terhadap sesama.

 

Penulis : Alfurqon 

Editor : Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *