Narafakta-Kalbar,Penguatan peran organisasi kembali menjadi sorotan utama dalam agenda Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Barat. Ketua Bidang Organisasi KONI Kalbar, Rio Rahmadanu, dijadwalkan hadir mewakili Ketua Umum KONI Kalbar, Daud Yordan, dalam Rapat Kerja (Raker) KONI Kabupaten Kayong Utara dalam waktu dekat.
Sebagai figur yang mengemban mandat penguatan kelembagaan, Rio Rahmadanu menempatkan isu kaderisasi organisatoris sebagai fondasi utama dalam mendorong kemajuan olahraga daerah. Dalam kerangka akademis, ia memandang bahwa keberhasilan sistem olahraga modern tidak hanya ditentukan oleh performa atletik, melainkan juga oleh kapasitas struktural organisasi yang ditopang oleh sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan berorientasi pada prestasi.
“Penguatan organisasi harus dimulai dari kualitas kadernya. Kita tidak bisa lagi mengandalkan pola lama yang bersifat administratif semata, tetapi harus bertransformasi ke arah organisasi yang berbasis kinerja dan prestasi,” ujar Rio Rahmadanu.
Rio menegaskan bahwa kader organisasi harus dibangun melalui pendekatan berbasis merit (merit-based system), di mana integritas, kapabilitas manajerial, serta rekam jejak prestasi menjadi indikator utama dalam proses regenerasi kepemimpinan.
“Kaderisasi tidak boleh berjalan secara simbolik. Harus ada standar yang jelas, terukur, dan berorientasi pada output. Dari situlah organisasi bisa melahirkan kepemimpinan yang kuat dan berdaya saing,” tegasnya.
Raker KONI Kabupaten Kayong Utara dinilai memiliki nilai simbolik sekaligus strategis. Selain menjadi ruang konsolidasi program kerja, forum ini berlangsung di kampung halaman Ketua Umum KONI Kalbar, Daud Yordan, sehingga diharapkan mampu menjadi role model praktik tata kelola organisasi yang progresif dan terukur bagi KONI di kabupaten/kota lainnya.
“Kayong Utara memiliki nilai historis sekaligus strategis. Kami berharap Raker ini bisa menjadi contoh bagaimana tata kelola organisasi dibangun secara serius, terarah, dan berdampak,” tambah Rio.
Lebih lanjut, Rio Rahmadanu menekankan pentingnya integrasi antara tata kelola organisasi yang akuntabel dengan orientasi kinerja (performance-oriented governance). Menurutnya, setiap kebijakan dan program kerja yang dirumuskan dalam Raker harus memiliki indikator capaian yang jelas, terukur, serta berdampak langsung pada peningkatan prestasi olahraga daerah.
Melalui perannya sebagai Ketua Bidang Organisasi, Rio Rahmadanu mendorong transformasi kelembagaan KONI menuju model organisasi yang profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan. Momentum Raker di Kayong Utara diharapkan tidak hanya menghasilkan rekomendasi normatif, tetapi juga menjadi pijakan konkret dalam memperkuat fondasi organisasi olahraga di Kalimantan Barat secara menyeluruh.
Penulis : Gagah
Editor : Tim Redaksi






