Beranda / Kabar Kalbar / Lawan Kabut Asap, PRISMA Bagikan Masker Gratis untuk Warga Sungai Pinyuh

Lawan Kabut Asap, PRISMA Bagikan Masker Gratis untuk Warga Sungai Pinyuh

Mahasiswa Mempawah

narafakta-Sabtu,14 Februari 2026 Persatuan Mahasiswa Mempawah (PRISMA) turun ke jalan membagikan masker gratis kepada warga Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, sebagai respons atas memburuknya kualitas udara akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat. Aksi ini menyasar pengguna jalan dan masyarakat di wilayah terdampak kabut asap, khususnya Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh.

Mahasiswa Turun Tangan Cegah Dampak ISPA

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PRISMA membagikan masker di sejumlah titik keramaian dan persimpangan jalan. Mereka menyasar pengendara sepeda motor, pedagang kaki lima, dan warga yang beraktivitas di luar ruangan.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk melindungi masyarakat dari paparan partikel asap yang berisiko memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Didukung Gubernur dan Bupati Mempawah

Aksi sosial tersebut mendapat dukungan dari Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, serta Bupati Mempawah, Erlina. Dukungan diberikan melalui fasilitasi distribusi masker oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.

Bendahara Umum PRISMA, Muhammad Syifa As Siddiq, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara mahasiswa dan pemerintah daerah.

“Kami sadar mahasiswa tidak bisa bergerak sendiri. Dukungan Bapak Gubernur dan Ibu Bupati melalui Dinas Kesehatan Provinsi sangat berarti bagi kelancaran aksi ini. Ini bentuk sinergi nyata untuk melindungi kesehatan masyarakat Mempawah di tengah situasi Karhutla,” ujarnya.

Pengurus Prisma Mempawah bersama aparat

Edukasi dan Imbauan untuk Warga

Selain membagikan masker, PRISMA juga memberikan edukasi singkat kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas luar ruangan jika tidak mendesak, serta menjaga asupan cairan selama kondisi udara tidak sehat.

PRISMA berharap aksi ini dapat mendorong kepedulian kolektif masyarakat dalam menghadapi dampak kabut asap. Organisasi mahasiswa tersebut juga mendorong agar kolaborasi antara pemuda dan pemerintah terus diperkuat dalam menangani isu sosial dan lingkungan di Kalimantan Barat.

Tag: