Beranda / Kabar Kalbar / Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Perkuat Karakter Bangsa dan Sistem Hukum Indonesia

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Perkuat Karakter Bangsa dan Sistem Hukum Indonesia

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Perkuat Karakter Bangsa dan Sistem Hukum Indonesia menurut Dosen Fakultas Hukum UM Pontianak Hazilina.

Pontianak– Narafakta- Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat karakter bangsa serta memperkokoh sistem hukum Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Hal tersebut disampaikan Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak, Hazilina, saat ditemui pada Senin (1/6/2026). Ia menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama dalam pembentukan dan penyelenggaraan hukum nasional.

Menurut Hazilina, Pancasila menjadi sumber nilai, arah, sekaligus tujuan dari seluruh sistem hukum Indonesia. Tanpa Pancasila, hukum hanya akan menjadi kumpulan aturan formal yang kehilangan ruh dan orientasi keadilan.

“Pancasila bukan hanya dasar negara, melainkan jiwa dari seluruh tata hukum Indonesia yang memberikan legitimasi, arah, dan tujuan bagi penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi landasan untuk mewujudkan masyarakat yang berketuhanan, menjunjung kemanusiaan, menjaga persatuan, mengedepankan demokrasi, serta menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Perguruan Tinggi Berperan Menjaga Nilai Pancasila

Hazilina menilai perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga keberlanjutan ideologi Pancasila di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.

Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai tempat pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda.

“Keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga dari kemampuannya menghasilkan warga negara yang berkarakter Pancasila, berintegritas, serta memiliki komitmen terhadap persatuan dan kemajuan Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, perguruan tinggi harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan memiliki semangat nasionalisme yang kuat.

Generasi Muda Diajak Menghidupkan Nilai Pancasila

Pada momentum Hari Lahir Pancasila 2026, Hazilina mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, tantangan globalisasi, perkembangan teknologi, hingga perbedaan pandangan di tengah masyarakat harus dihadapi dengan menjadikan Pancasila sebagai kompas moral dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.

“Perkuat persatuan, junjung tinggi toleransi, hormati kemanusiaan, tegakkan keadilan, dan cintai Indonesia dengan karya nyata,” ujarnya.

Hazilina menegaskan bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan sumber daya manusianya, tetapi juga oleh kuatnya karakter Pancasila yang tertanam dalam diri setiap warga negara.

“Mari kita buktikan bahwa Pancasila tidak hanya diucapkan, tetapi dihidupkan; tidak hanya dipahami, tetapi diamalkan. Bersatu dalam keberagaman, berkarya untuk negeri, dan menjaga Indonesia tetap kokoh menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

 

Penulis : Eky 

Editor : Tim Redaksi