Beranda / Pendidikan / Lebaran Sastra Silaturahim Literasi 2026 di Pontianak, Sastrawan Kalbar Berkumpul Meski Diguyur Hujan

Lebaran Sastra Silaturahim Literasi 2026 di Pontianak, Sastrawan Kalbar Berkumpul Meski Diguyur Hujan

Lebaran Sastra 2026 di Pontianak tetap ramai meski diguyur hujan deras

Narafakta–Pontianak, Lebaran Sastra Silaturahim Literasi 2026 tetap berlangsung meriah meski hujan deras mengguyur Kota Pontianak, Sabtu (18/4/2026).

Puluhan sastrawan dan pegiat budaya dari berbagai komunitas di Kalimantan Barat tetap antusias menghadiri kegiatan yang digelar di Rumah Budaya Pontianak, Jalan Hj. Salmah, Pontianak Tenggara. Acara yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang ekspresi bagi para pencinta sastra di daerah.

Ruang Berkumpul dan Berbagi Karya

Ketua panitia, Ahmad Sofyan, mengatakan kegiatan ini merupakan gelaran keempat yang rutin dilaksanakan di Pontianak.

“Kegiatan ini lahir dari kerinduan kami untuk berkumpul dan berbagi sesama pencinta sastra,” ujar Ahmad Sofyan.

Ia berharap Lebaran Sastra Silaturahim Literasi dapat terus menjadi ruang pertemuan rutin bagi komunitas literasi di Kalbar.

Dalam kegiatan ini, para peserta menampilkan beragam karya seni, mulai dari pembacaan puisi, tarian tradisional, berbalas pantun, monolog, hingga dongeng.

Suasana Kekeluargaan dan Diskusi Literasi

Selain pertunjukan, suasana kekeluargaan terasa hangat dengan jamuan khas hari raya. Para peserta menikmati kue tradisional dan bubur rempah sambil berdiskusi santai seputar dunia literasi.

Rangkaian acara dibagi dalam dua sesi, yakni:

Sesi pertama pukul 13.00–15.00 WIB: pertunjukan karya dan diskusi

Sesi kedua pukul 16.00–18.00 WIB: lanjutan penampilan hingga penutupan

Pesan BPK: Jangan Bergantung pada Anggaran

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XII Kalimantan Barat, Juliadi, turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.

“Kita jangan berpaku dengan dana, pasti ada jalan dalam berkarya,” tegas Juliadi.

Ia menekankan bahwa semangat dan kreativitas seniman jauh lebih penting dibandingkan keterbatasan anggaran.

Menurutnya, kegiatan seperti Lebaran Sastra menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya lokal dapat terus berjalan melalui kolaborasi dan gotong royong.

Generasi Muda Ikut Ambil Peran

Kegiatan ini juga dihadiri oleh TBM Ar-Rahmah. Ketua TBM Ar-Rahmah, Rizqi Rif’atul Jannah (Reva), mengaku senang bisa ikut serta dalam kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini sangat positif. Kami bisa belajar dari komunitas literasi yang sudah banyak berkarya,” ujarnya.

Reva berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi wadah berkembangnya literasi di Kalimantan Barat.

TBM Ar-Rahmah sendiri merupakan komunitas literasi yang baru didirikan oleh dosen IAIN Pontianak pada Desember 2025.

Komitmen Melestarikan Literasi Kalbar

Lebaran Sastra Silaturahim Literasi 2026 menjadi bukti bahwa semangat berkarya dan menjaga budaya tetap hidup di tengah berbagai keterbatasan.

Melalui kolaborasi komunitas dan partisipasi generasi muda, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem literasi di Kalimantan Barat secara berkelanjutan.

 

Penulis : Eky

Editor : Tim Redaksi