Seminar Kesehatan Tingkatkan Kesadaran Kanker Ginekologi
Pontianak— Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi perempuan dan kanker ginekologi terus didorong melalui edukasi dan deteksi dini. Upaya tersebut dinilai penting untuk membantu mengenali penyakit lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat.
Hal itu menjadi fokus seminar kesehatan bertajuk “Mengesan, Mencegah & Menjaga Kesedaran Bersama” yang menghadirkan dua pakar medis dari Borneo Medical Centre Kuching. Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta mengenali berbagai risiko penyakit ginekologi.
Seminar membahas sejumlah topik, mulai dari kesehatan reproduksi perempuan, gejala dan faktor risiko kanker ginekologi, upaya pencegahan, hingga perkembangan pengobatan.
Pakar kanker dari Borneo Medical Centre Dr. Nicholas Ngeh — Spesialis Obstetri & Ginekologi (Obgyn) menekankan pentingnya perempuan memahami kondisi kesehatan reproduksi serta mengetahui kapan pemeriksaan medis perlu dilakukan. Pemeriksaan secara rutin dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan sekaligus membantu mendeteksi kemungkinan penyakit sejak dini.
Upaya pencegahan juga menjadi perhatian, khususnya bagi pasangan suami istri. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dan vaksinasi dapat dilakukan sebagai bagian dari langkah pencegahan sesuai kondisi dan rekomendasi tenaga medis.
Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diingatkan bahwa vaksinasi HPV bukan pengganti pemeriksaan skrining. Vaksinasi merupakan salah satu upaya pencegahan terhadap infeksi HPV yang berkaitan dengan kanker serviks. Namun, pemeriksaan skrining seperti Pap smear tetap diperlukan sesuai usia, kondisi kesehatan, serta anjuran tenaga medis.
Pakar kanker dari Borneo Medical Centre, Dr. Yu Kong Leong — Spesialis Onkologi, turut memberikan pemahaman mengenai kanker ginekologi dan pentingnya deteksi dini. Pemeriksaan secara berkala diperlukan karena tidak seluruh penyakit dapat dikenali hanya dari gejala yang muncul.
Melalui seminar tersebut, masyarakat diimbau tidak mengabaikan kesehatan reproduksi dan tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami keluhan atau memiliki faktor risiko. Peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan dan deteksi dini diharapkan dapat membantu masyarakat mengambil langkah yang tepat dalam menjaga kesehatan.
Pasalnya, setiap penyakit memiliki karakteristik dan membutuhkan penanganan yang berbeda. Dengan mengenali faktor risiko dan melakukan pemeriksaan secara tepat, penyakit dapat ditemukan lebih awal sehingga penanganan dapat diberikan sesuai kondisi pasien.
