Putri Anak Kalbar II 2026 Asal Sekadau, Lenora Fidelia Gaungkan Pelestarian Tenun Kebat Batu Petara

0
Lenora Fidelia Tuah Mualangnes

Lenora Fidelia Tuah Mualangnes, Putri Anak Kalbar II 2026 Asal Sekadau

Sekadau — Nama Lenora Fidelia Tuah Mualangnes turut membawa Kabupaten Sekadau ke panggung Putri Anak Kalimantan Barat II 2026. Di tengah usia yang masih muda, Lenora tidak hanya membawa kebanggaan daerah, tetapi juga menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian kebudayaan lokal, khususnya wastra khas Sekadau.

Lenora aktif melakukan advokasi kebudayaan dengan memperkenalkan wastra atau kain khas daerah kepada generasi muda. Salah satu warisan budaya yang menjadi perhatiannya ialah tenun Kebat Batu Petara, kain tradisional yang berasal dari Kabupaten Sekadau.

Bagi Lenora, pelestarian kain tradisional tidak cukup hanya dilakukan oleh para pelaku budaya. Generasi muda juga memiliki peran penting agar warisan tersebut tetap dikenal dan memiliki tempat di tengah perkembangan zaman.

“Generasi muda wajib turut serta melestarikan wastra Indonesia, khususnya tenun Kebat Batu Petara asal Kabupaten Sekadau,” ucap Lenora, 22 September 2026.

Keikutsertaan Lenora dalam ajang Putri Anak Kalimantan Barat II 2026 menjadi salah satu ruang baginya untuk memperkenalkan identitas budaya daerah melalui figur generasi muda.

Ia membawa pesan bahwa kebudayaan lokal bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan bagian dari identitas yang dapat terus diperkenalkan dan dikembangkan oleh generasi berikutnya.

Tenun Kebat Batu Petara menjadi salah satu kekayaan budaya yang menurut Lenora perlu mendapat perhatian lebih luas. Upaya memperkenalkan wastra tersebut kepada anak-anak dan generasi muda diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap produk budaya daerah.

Langkah Lenora juga memperlihatkan bagaimana ajang representasi anak dan generasi muda dapat menjadi ruang untuk membawa isu kebudayaan ke hadapan publik.

Dari Sekadau, Lenora membawa pesan sederhana: menjaga warisan budaya tidak harus menunggu dewasa. Generasi muda pun dapat mengambil peran untuk memastikan kain tradisional dan identitas budaya daerah tetap hidup di tengah perubahan zaman.

 

Penulis : Eky 

Editor : Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *