Kapolda Kalbar Soroti Sejumlah Isu Strategis, Perkuat Sinergi Bersama Perkumpulan Merah Putih

0
Kapolda Kalbar Alberd Teddy Benhard Sianipar bersama Perkumpulan Merah Putih dalam silaturahmi di Rumah Adat Melayu Pontianak

Pontianak — Perkumpulan Merah Putih Kalimantan Barat menggelar silaturahmi bersama Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar di Rumah Adat Melayu Pontianak, Rabu (19/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara kepolisian, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta berbagai elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kalimantan Barat.

Dalam pertemuan itu, Kapolda Kalbar Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar menegaskan bahwa menjaga kamtibmas bukan semata-mata menjadi tugas kepolisian. Menurutnya, keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Sejumlah persoalan strategis yang dihadapi Kalimantan Barat turut menjadi perhatian, di antaranya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penyebaran informasi bohong atau hoaks, dampak pembangunan dan infrastruktur, ketersediaan lapangan kerja bagi tenaga lokal, serta pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan masyarakat.

Alberd menilai persoalan tersebut memiliki dampak luas terhadap kehidupan masyarakat sehingga membutuhkan penanganan secara bersama dan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja.

“Persoalan yang ada di masyarakat tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak. Kita membutuhkan komunikasi, koordinasi dan musyawarah yang baik. Penting bagi kita untuk duduk bersama, karena semua elemen harus ikut berperan menjaga situasi kamtibmas,” ujar Alberd.

Libatkan Masyarakat Cegah Karhutla

Terkait karhutla, Kapolda menekankan pentingnya memperkuat langkah pencegahan dengan melibatkan masyarakat. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini dan segera menyampaikan informasi kepada pihak berwenang sebelum api meluas.

Selain karhutla, perkembangan informasi di ruang digital juga menjadi perhatian. Alberd mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya maupun ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Ia menilai penyebaran hoaks dapat memicu keresahan, memperkeruh situasi, bahkan berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pembangunan Harus Beri Manfaat bagi Masyarakat

Kapolda juga menyoroti pembangunan dan infrastruktur di Kalimantan Barat. Ia berharap pembangunan tidak hanya berorientasi pada peningkatan infrastruktur, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui pembukaan kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan bagi tenaga kerja lokal.

Di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat, Alberd turut mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan. Perbedaan suku, agama, budaya dan adat istiadat, menurutnya, harus menjadi kekuatan yang memperkokoh persatuan, bukan menjadi sumber perpecahan.

Mangkok Merah Siap Bersinergi dengan Polda Kalbar

Sementara itu, Ketua Umum DPP Ormas Mangkok Merah, Iyen Bagago, menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar sebagai Kapolda Kalimantan Barat. Iyen menegaskan, Ormas Mangkok Merah siap membangun sinergi dengan Polda Kalbar dan turut menjadi bagian dalam upaya menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat, termasuk memperkuat perlindungan dan keamanan masyarakat adat di berbagai wilayah Kalimantan Barat.

“Kami dari Mangkok Merah siap bersinergi dengan Polda Kalbar. Kami mendukung penuh dan siap bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di rumah kita bersama, Kalimantan Barat, khususnya di tengah masyarakat adat,” kata Iyen Bagago.

Dukungan tersebut mendapat respons positif dari Kapolda Kalbar. Alberd menyambut baik keterlibatan organisasi kemasyarakatan dan tokoh masyarakat sebagai mitra strategis kepolisian. Menurutnya, kolaborasi dengan masyarakat dapat membantu kepolisian mendeteksi berbagai potensi persoalan sosial sekaligus mencari solusi melalui pendekatan yang komunikatif dan persuasif.

Silaturahmi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama lintas elemen secara berkelanjutan. Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh adat, dunia usaha dan masyarakat, berbagai potensi gangguan kamtibmas diharapkan dapat dicegah sejak dini dan diselesaikan melalui kebersamaan.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga Kalimantan Barat tetap aman, kondusif dan harmonis, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang memberikan manfaat serta membuka peluang lebih besar bagi masyarakat.

 

Editor : Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *