Sejalan dengan Yuliansyah, Decky Sabiandi Dukung Nama UIN Sultan Hamid II untuk IAIN Pontianak
Ketua Umum Partai Gerindra Kayong Utara, Decky Sahbandi, menyatakan dukungan terhadap usulan nama UIN Sultan Hamid II untuk transformasi IAIN Pontianak menjadi universitas Islam negeri.
Pontianak, Narafakta – Dukungan terhadap rencana transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) tidak hanya menyangkut peningkatan status kelembagaan, tetapi juga penentuan nama universitas yang akan digunakan nantinya.
Ketua Umum Partai Gerindra Kabupaten Kayong Utara, Decky Sahbandi, menyatakan dukungannya terhadap usulan nama UIN Sultan Hamid II. Sikap tersebut sejalan dengan pandangan Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Barat, H. Yuliansyah, yang sebelumnya juga menyampaikan dukungan terhadap penggunaan nama Sultan Hamid II.
Decky menilai, perubahan IAIN Pontianak menjadi UIN merupakan momentum penting bagi perkembangan pendidikan tinggi di Kalimantan Barat. Namun, menurutnya, penentuan nama universitas juga perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan identitas, sejarah, dan kebanggaan masyarakat daerah.
Dukungan terhadap nama Sultan Hamid II dinilai memiliki nilai historis tersendiri. Sultan Hamid II merupakan tokoh sejarah Kalimantan Barat yang dikenal luas atas perannya dalam perancangan Lambang Negara Garuda Pancasila.
“Kami mendukung penuh transformasi IAIN Pontianak menjadi UIN. Namun, bukan hanya perubahan statusnya yang penting, penentuan nama universitas juga harus menjadi perhatian. Nama Sultan Hamid II memiliki nilai sejarah dan merupakan bagian dari identitas Kalimantan Barat yang patut dikenal oleh generasi mendatang,” demikian pernyataan Decky Sahbandi.
Ia juga menilai, penggunaan nama tokoh sejarah daerah pada institusi pendidikan tinggi dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan warisan sejarah Kalimantan Barat kepada masyarakat yang lebih luas.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki peran dalam menjaga ingatan sejarah dan memperkenalkan tokoh-tokoh yang memiliki kontribusi terhadap perjalanan bangsa.
Sikap Decky tersebut sejalan dengan Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Barat, H. Yuliansyah, yang sebelumnya menyatakan dukungan terhadap perubahan IAIN Pontianak menjadi UIN sekaligus mengusulkan nama Sultan Hamid II.
Dalam pemberitaan pada Kamis (29/10/2026), Yuliansyah menyebut transformasi tersebut berpotensi memperluas pengembangan fakultas, meningkatkan jumlah mahasiswa dan dosen, serta membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda Kalimantan Barat.
Lima Nama Masuk Pembahasan
Sementara itu, proses persiapan perubahan status IAIN Pontianak menjadi UIN juga telah memasuki pembahasan sejumlah alternatif nama.
Dalam rangkaian kegiatan persiapan alih bentuk yang berlangsung pada 27–29 Oktober 2026, terdapat lima usulan nama yang dibahas, yakni UIN Syekh Ahmad Khatib As-Sambasi, UIN Syekh Ismail Mundu, UIN Khatulistiwa, UIN Sultan Hamid II, dan UIN Pontianak.
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari forum akademik untuk mempertimbangkan identitas universitas yang akan dibentuk. Penetapan nama nantinya tetap mengikuti mekanisme dan kewenangan pihak terkait.
Dukungan dari Decky Sahbandi dan Yuliansyah menambah dinamika aspirasi politik terhadap arah transformasi perguruan tinggi Islam negeri di Kalimantan Barat.
Di tengah proses tersebut, penentuan nama UIN diharapkan tidak hanya mempertimbangkan aspek administratif, tetapi juga memperhatikan nilai sejarah, identitas daerah, serta kontribusi universitas bagi masyarakat Kalimantan Barat.
Penulis : Eky
Editor : Tim Redaksi
