Narafakta– Tim Hukum Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Kalimantan Barat melakukan investigasi langsung ke Pesantren Labbaik Indonesia di Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (31/3).
Kunjungan ini bertujuan mengumpulkan fakta dan informasi terkait meninggalnya Irfan Zaki Azizi, santri yang sebelumnya menempuh pendidikan di pesantren tersebut.
Telusuri Kondisi Asrama hingga Sistem Pembinaan
Tim yang dipimpin Ruhermansyah bersama Sekretaris Muhammad Merza Berliandy serta anggota Yudit E. F. dan Ana Mailani meninjau berbagai fasilitas pesantren.
Mereka memeriksa sejumlah titik penting, mulai dari koridor, ruang kelas, asrama, kamar santri, hingga ruang UKS dan kediaman Ketua Asrama.
“Kami datang untuk melihat langsung kondisi pesantren, mulai dari aspek keamanan, pola pembinaan, hingga struktur internal pondok,” ujar Ruhermansyah di lokasi.
Temukan Fakta Baru dan Tambahan Saksi
Dari hasil penelusuran awal, tim mengaku menemukan sejumlah informasi baru yang dinilai penting untuk pengembangan kasus.
Termasuk di antaranya tambahan saksi yang akan segera dikoordinasikan dengan aparat penegak hukum (APH).
“Kami mendapatkan update informasi dan fakta baru, termasuk saksi tambahan yang akan kami dorong untuk diperiksa,” jelasnya.
Dalami Data dari Keluarga hingga Rumah Sakit
Sekretaris tim, Muhammad Merza Berliandy, mengatakan investigasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat data yang sebelumnya telah dihimpun dari berbagai pihak.
Mulai dari keluarga korban, aparat penegak hukum, hingga pihak rumah sakit.
“Kami ingin mendapatkan gambaran utuh, termasuk situasi emosional dan kondisi pendidikan di lokasi kejadian,” katanya.
Soroti Kepadatan Kamar Santri
Dalam kunjungan tersebut, tim juga menyoroti kondisi kamar santri yang ditempati oleh almarhum.
Satu ruangan disebut dihuni sekitar 20 hingga 24 santri dengan tempat tidur bertingkat.
Temuan ini dinilai penting untuk memahami kondisi lingkungan tempat korban beraktivitas sehari-hari.
Dorong Pengungkapan Penyebab Kematian
Tim hukum menegaskan akan terus mendorong pengungkapan penyebab kematian Irfan Zaki Azizi secara terang benderang.
Termasuk kemungkinan dilakukannya autopsi sebagai langkah lanjutan.
“Kami ingin memastikan apa sebenarnya yang terjadi, apakah karena faktor medis atau ada hal lain yang belum terungkap,” tegas Merza.
Pihak Pesantren Kooperatif
Meski demikian, tim menyebut pihak pesantren bersikap kooperatif selama proses investigasi berlangsung.
Kunjungan juga dilakukan saat aktivitas pesantren masih dalam masa libur Idulfitri.
Tim diterima oleh sejumlah pengurus, di antaranya Ustad Aziz, Ustad Imron, dan Ustad Aswandi, serta seorang alumni bernama Agung.
Namun saat dimintai keterangan oleh media, pihak pesantren belum memberikan pernyataan resmi.
Ustad Aziz meminta agar konfirmasi lebih lanjut disampaikan kepada juru bicara pesantren.
Penulis : Iwan
Editor : Tim Redaksi






