Narafakta-Beredar sebuah video di media sosial yang mengeklaim kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) telah mendapat izin khusus dari otoritas Iran untuk melintasi Selat Hormuz di tengah situasi blokade militer.
Video tersebut menyebut kapal Indonesia menjadi satu-satunya yang diperbolehkan lewat karena hubungan diplomatik yang disebut baik antara Indonesia dan Iran.
Namun setelah dilakukan penelusuran oleh tim redaksi, klaim tersebut tidak sepenuhnya benar.
Hasil Verifikasi Status Kapal Pertamina
Berdasarkan data pelacakan kapal internasional dan konfirmasi pihak terkait per 12 Maret 2026, klaim bahwa seluruh kapal tanker Pertamina telah diizinkan melintas dinyatakan tidak akurat.
Memang terdapat dua kapal milik Pertamina International Shipping yang sudah berada di luar kawasan konflik.
Dua Kapal Sudah Keluar Sejak 10 Maret
Kedua kapal tersebut adalah:
-PIS Rinjani
-PIS Paragon
Namun kapal tersebut telah keluar dari wilayah Teluk Arab sejak 10 Maret 2026.
Keduanya juga tidak sedang menuju Indonesia. Muatan kapal diketahui ditujukan untuk pasar internasional seperti Kenya dan India.
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan
Sementara itu, dua kapal tanker berukuran sangat besar (VLCC) milik Pertamina dilaporkan masih berada di kawasan Teluk Arab.
Kapal yang Masih Tertahan
-Pertamina Pride
-Gamsunoro
Hingga saat ini, kapal tersebut belum mendapatkan izin melintasi Selat Hormuz.
Penundaan tersebut terjadi akibat pengetatan blokade militer oleh Garda Revolusi Iran terhadap kapal-kapal yang dianggap memiliki keterkaitan dengan jalur perdagangan Barat.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur distribusi energi paling strategis di dunia karena menjadi penghubung utama antara Teluk Persia dan pasar energi global.
Klarifikasi Video Viral Diduga Rekayasa AI
Pertamina International Shipping menegaskan bahwa video yang beredar luas di platform TikTok dan WhatsApp tidak berasal dari sumber resmi perusahaan.
Narasi “Izin Khusus” Disebut Menyesatkan
Narasi yang menyebut adanya “karpet merah” atau izin khusus bagi kapal tanker Indonesia dinilai sebagai informasi yang menyesatkan.
Beberapa bagian video juga diduga merupakan hasil manipulasi kecerdasan buatan (AI generated) yang kemudian disebarkan tanpa konteks yang jelas.
Informasi resmi mengenai aktivitas pelayaran Pertamina dapat diakses melalui situs resmi perusahaan di https://pertamina.com
Kesimpulan Cek Fakta
Berdasarkan hasil verifikasi, klaim bahwa seluruh kapal tanker Pertamina telah diizinkan melintasi Selat Hormuz tidak benar.
Dua kapal Pertamina memang sudah keluar dari wilayah konflik, tetapi sejak 10 Maret 2026 dan tidak menuju Indonesia
Dua kapal tanker lainnya masih tertahan di kawasan Teluk Arab, Video viral yang beredar diduga merupakan manipulasi AI Dengan demikian, klaim tersebut masuk dalam kategori Misleading Content atau konten yang menyesatkan.






