Temuan Ulat dalam Menu MBG di Kubu Raya, Meksi Kerol Desak Investigasi

0
Meksi Kerol soroti temuan ulat dalam menu MBG di Kubu Raya

Koordinator Wilayah BEM Seka Kalbar Meksi Kerol mendesak investigasi atas dugaan temuan ulat dalam menu MBG di Kubu Raya.

Kubu Raya, 12 Agustus 2026 — Temuan dugaan ulat dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kubu Raya mendapat sorotan dari Koordinator Wilayah BEM Seka Kalbar, Meksi Kerol. Ia mendesak pemerintah dan pihak penyelenggara segera melakukan pemeriksaan menyeluruh serta membuka hasilnya kepada publik.

Informasi mengenai temuan ulat dalam makanan MBG di Kubu Raya tersebut beredar melalui media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat beberapa ekor ulat pada salah satu bagian lauk dalam paket makanan yang dibagikan kepada siswa SD Negeri 01 Teluk Pakedai pada Senin (10/8/2026).

Menu MBG yang dibagikan kepada siswa disebut terdiri atas nasi, ayam goreng, tempe goreng, sayur tumisan, dan buah semangka.

Meksi Kerol Desak Temuan Ulat MBG di Kubu Raya Diusut

Meksi Kerol menilai dugaan temuan ulat dalam makanan MBG tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Menurutnya, makanan yang diberikan kepada siswa harus memenuhi standar keamanan dan kebersihan pangan.

“Kami meminta pemerintah tidak sekadar memberikan klarifikasi atau permintaan maaf. Yang paling penting adalah memastikan bagaimana kejadian ini bisa terjadi dan siapa yang harus bertanggung jawab apabila nantinya ditemukan adanya kelalaian,” ujar Meksi Kerol. Ia meminta pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada makanan yang diduga mengandung ulat.

Menurut Meksi, proses pemeriksaan perlu mencakup seluruh rantai penyediaan makanan MBG, mulai dari pengadaan bahan baku, pencucian, pengolahan, kebersihan dapur, penyimpanan, pengemasan, pengangkutan hingga makanan diterima oleh pihak sekolah.

Dukungan Terhadap Program mesti dibarengi dengan kritik

Meksi menegaskan bahwa kritik terhadap pelaksanaan MBG bukan berarti penolakan terhadap program tersebut. “Kami mendukung program MBG karena tujuan utamanya adalah meningkatkan pemenuhan gizi anak. Tetapi dukungan terhadap program tidak boleh membuat kita menutup mata terhadap persoalan di lapangan,” katanya.

Menurutnya, pengawasan diperlukan agar program MBG dapat berjalan sesuai tujuan dan tetap mendapatkan kepercayaan masyarakat. “Anak-anak sekolah bukan objek percobaan. Makanan yang diberikan harus bergizi, higienis, dan aman dikonsumsi,” tegasnya.

Meksi Minta Hasil Pemeriksaan Dibuka ke Publik

Selain meminta investigasi, Meksi Kerol juga mendorong pemerintah membuka hasil pemeriksaan kepada masyarakat secara transparan. Jika hasil pemeriksaan menemukan adanya pelanggaran prosedur atau kelalaian, ia meminta pihak yang bertanggung jawab diberikan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.m“Kalau memang tidak ada kelalaian, sampaikan hasil pemeriksaannya secara terbuka. Kalau ada kelalaian, harus ada evaluasi dan pertanggungjawaban,” ujarnya.

Enam Tuntutan BEM Seka Kalbar Terkait MBG

Koordinator Wilayah BEM Seka Kalbar tersebut meminta sejumlah langkah konkret dilakukan setelah adanya dugaan temuan ulat dalam menu MBG di Kubu Raya.

1. Melakukan pemeriksaan dan investigasi menyeluruh terhadap makanan MBG di SD Negeri 01 Teluk Pakedai.

2. Membuka hasil pemeriksaan kepada publik secara transparan.

3. Mengevaluasi standar kebersihan dan keamanan pangan penyedia MBG.

4. Memeriksa proses pengolahan, penyimpanan, pengemasan, dan distribusi makanan.

5. Memberikan pertanggungjawaban apabila ditemukan adanya kelalaian.

6. Memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi di sekolah lainnya.

Meksi Kerol: Jangan Sampai Kasus MBG Dilupakan

Meksi meminta persoalan tersebut tidak berhenti setelah menjadi perhatian di media sosial. “Jangan sampai hari ini viral, besok dilupakan. Pemerintah harus memastikan setiap dugaan persoalan dalam pelaksanaan MBG mendapatkan pemeriksaan yang serius,” katanya.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di Kalimantan Barat, khususnya terkait keamanan makanan yang diberikan kepada siswa.

“MBG harus bergizi, harus higienis, dan harus aman. Jangan sampai persoalan kualitas makanan justru merusak kepercayaan masyarakat terhadap program yang memiliki tujuan baik,” pungkas Meksi Kerol.

 

Penulis : Eka 

Editor : Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *