Pemuda Muhammadiyah Kalbar Jadikan Temajuk “Muka Indonesia” Lewat Ekspedisi Batas Negeri
Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Barat saat melaksanakan Ekspedisi Batas Negeri di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, 28–30 Agustus 2026. Kegiatan diisi dengan agenda sosial dan pendampingan UMKM masyarakat perbatasan.
Sambas — Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Barat menggelar Ekspedisi Batas Negeri di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, pada 28–30 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut tidak hanya membawa semangat kebangsaan, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Sejumlah agenda dilaksanakan selama ekspedisi, di antaranya forum group discussion (FGD) pendampingan UMKM, sosialisasi legalitas usaha, pemberian bantuan seragam sekolah, hingga pembagian sembako kepada masyarakat Desa Temajuk.
Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Barat, Ajie Kurniawan, mengatakan ekspedisi tersebut menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan harus dirasakan hingga wilayah terdepan Indonesia.
Ajie yang juga merupakan Tenaga Ahli Kementerian UMKM itu menilai Temajuk memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu wilayah perbatasan yang berhadapan langsung dengan negara tetangga.
«“Kalau biasanya Temajuk disebut sebagai ekornya Kalimantan, saya justru menyebut Temajuk sebagai muka Indonesia. Karena dari sinilah wajah Indonesia terlihat di hadapan negara tetangga,” kata Ajie.»
Menurutnya, kawasan perbatasan bukan sekadar wilayah terluar secara geografis, tetapi juga bagian penting dari wajah Indonesia yang harus mendapat perhatian dan dikembangkan.
«“Ini adalah bagian dari Indonesia yang harus kita jaga, kita rawat, dan kita banggakan,” ujarnya.»
Selain memperkuat semangat kebangsaan, Ekspedisi Batas Negeri juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor UMKM. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha sebagai salah satu fondasi pengembangan UMKM. Legalitas dinilai dapat membantu pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing.
“UMKM di wilayah perbatasan tidak boleh merasa jauh dari perhatian pemerintah. Justru UMKM di daerah seperti Temajuk memiliki potensi besar karena berada di wilayah wisata, strategis dan berbatasan langsung dengan negara lain,” jelas Ajie.
“Legalitas usaha menjadi langkah awal agar potensi tersebut bisa berkembang lebih besar,” sambungnya. Di sisi lain, Sekretaris Desa Temajuk menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Barat di wilayah tersebut. Ia menyebut bantuan seragam sekolah, sembako, serta pendampingan UMKM yang diberikan selama kegiatan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Barat yang telah hadir dan melaksanakan program Ekspedisi Batas Negeri di Desa Temajuk. Bantuan seragam sekolah, sembako dan kegiatan pendampingan UMKM ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama untuk mendukung masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Ekspedisi Batas Negeri Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Barat di Temajuk pun menjadi bagian dari upaya menghadirkan semangat kemerdekaan secara langsung di wilayah perbatasan, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
Penulis : Eky
Editor : Tim Redaksi
